Posted in

Terkuak! 12 Kasus Penipuan Online Menggemparkan Sulut Sepanjang 2025

Terkuak! 12 kasus penipuan online mengguncang Sulawesi Utara sepanjang 2025 dari modus investasi palsu hingga penipuan belanja daring.

Menggemparkan Sulut Sepanjang 2025

Simak kronologi kasus, tips melindungi diri, dan langkah hukum yang bisa diambil. Jangan sampai menjadi korban berikutnya ketahui pola penipuan online yang marak dan bagaimana melindungi diri di era digital ini.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Manado.

12 Kasus Penipuan Online Terungkap di Sulut Sepanjang 2025

Polda Sulawesi Utara (Sulut) mencatat sebanyak 12 kasus penipuan online sepanjang tahun 2025. Kasus ini mencakup berbagai modus penipuan, mulai dari investasi bodong, jual beli online palsu, hingga penipuan melalui media sosial. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada agar tidak menjadi korban kejahatan digital.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Rinto Marpaung, mengatakan bahwa meski jumlah kasus relatif kecil, dampaknya cukup merugikan korban, baik secara materi maupun psikologis. “Korban ada yang kehilangan puluhan hingga ratusan juta rupiah akibat modus penipuan online ini. Pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujar Rinto.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus penipuan online membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, risiko penipuan dapat diminimalkan.

Tren Modus Penipuan Online di Sulut

Selama 2025, Polda Sulut mengidentifikasi beberapa modus penipuan online yang paling banyak terjadi. Salah satunya adalah investasi bodong yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Selain itu, penipuan jual beli online melalui marketplace dan media sosial juga cukup banyak.

“Para pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat yang ingin cepat untung atau membeli barang melalui internet tanpa verifikasi yang jelas,” jelas Rinto. Beberapa korban melaporkan kehilangan uang hingga puluhan juta rupiah akibat tergiur tawaran yang tampak meyakinkan.

Polda Sulut juga mencatat adanya peningkatan laporan penipuan melalui aplikasi chat dan media sosial. Hal ini menandakan masyarakat perlu lebih teliti dalam bertransaksi secara online, termasuk memeriksa kredibilitas penjual dan bukti transfer pembayaran.

Baca Juga: Insiden Penumpang Meninggal Di Bandara Sam Ratulangi Manado

Upaya Penegakan Hukum dan Penanganan Kasus

Polda Sulut terus menindak tegas para pelaku penipuan online. Kasus-kasus yang masuk penyidikan ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dengan metode investigasi digital. “Kami memanfaatkan teknologi untuk melacak transaksi, akun media sosial, dan identitas pelaku. Banyak kasus berhasil diungkap berkat koordinasi dengan pihak bank dan marketplace,” ujar Rinto.

Selain itu, polisi juga melakukan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat, baik melalui media sosial resmi Polda maupun kegiatan edukasi offline di berbagai kabupaten dan kota. Tujuannya adalah meningkatkan literasi digital dan kesadaran hukum masyarakat.

Pelaporan yang cepat dari korban juga menjadi kunci dalam proses penegakan hukum. Polisi mengimbau agar masyarakat segera melapor bila mengalami atau mengetahui indikasi penipuan online, sehingga penyelidikan bisa dilakukan sebelum pelaku melarikan diri.

Edukasi Masyarakat dan Pencegahan

Polda Sulut menekankan pentingnya edukasi untuk mencegah penipuan online. Kombes Rinto menyebut bahwa korban penipuan sering kali tergiur iming-iming cepat kaya atau penawaran produk murah dari akun tidak jelas. “Kunci pencegahan adalah menahan diri dan melakukan verifikasi sebelum melakukan transaksi,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian bekerja sama dengan instansi terkait untuk membuat platform pengaduan online yang lebih mudah diakses masyarakat. Sistem ini memungkinkan warga melaporkan dugaan penipuan dan mendapatkan panduan langkah-langkah yang harus diambil.

Rinto menambahkan, masyarakat juga diimbau untuk selalu mencatat transaksi dan menyimpan bukti transfer atau percakapan dengan pihak penjual. Dengan langkah ini, kasus penipuan bisa ditangani lebih cepat dan pelaku dapat diproses hukum. “Kesadaran masyarakat adalah pertahanan utama melawan penipuan online,” tutupnya.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Manado.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari manado.antaranews.com
  2. Gambar Kedua dari rri.co.id