Posted in

Polisi Dalami Dugaan Keracunan Massal 94 Jemaat GMS Manado Usai Ibadah

Kasus dugaan keracunan massal menimpa 94 jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) Manado usai pelaksanaan ibadah polisi kini mendalami peristiwa.

Massal 94 Jemaat GMS Manado Usai Ibadah

Olahan ikan tuna diduga menjadi pemicu keracunan setelah para jemaat mengalami gejala mual dan muntah. Sampel makanan telah diamankan dan tengah diuji di laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Manado.

Polisi Usut Keracunan Massal Jemaat GMS

Kepolisian tengah mendalami kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan jemaat Gereja Mawar Sharon (GMS) di Manado, Sulawesi Utara. Peristiwa ini terjadi usai pelaksanaan ibadah pada Jumat (16/1/2026) dan mengakibatkan puluhan jemaat harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit.

Sebanyak 94 jemaat dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang disajikan dalam kegiatan gereja tersebut. Dugaan awal mengarah pada olahan ikan tuna yang dikonsumsi bersama-sama oleh para jemaat seusai ibadah.

Kasi Humas Polresta Manado, Iptu Agus Haryono, mengatakan bahwa aparat kepolisian langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Penyelidikan dilakukan guna memastikan penyebab keracunan serta memastikan tidak ada unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum.

Ikan Tuna Diduga Picu Keracunan

Menurut keterangan polisi, makanan yang disajikan dalam kegiatan tersebut terdiri dari dua menu katering, yakni tuna bumbu RW dan tuna bumbu rendang. Kedua menu tersebut dikemas dalam wadah plastik dan dibagikan kepada para jemaat setelah ibadah selesai.

“Adapun makanan yang disajikan berupa dua menu katering, yakni tuna bumbu RW dan tuna bumbu rendang,” ujar Iptu Agus Haryono dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan keterangan sementara dari para korban, mayoritas jemaat yang mengalami gejala keracunan mengaku mengonsumsi tuna bumbu rendang. Gejala yang dirasakan antara lain mual, muntah, pusing, dan gangguan pencernaan, sehingga mereka harus segera mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Razia Miras Ilegal di Manado, Polisi Sita Ratusan Liter Captikus

Polisi Periksa Panitia, Pendeta, dan Penyedia Katering

Polisi Periksa Panitia, Pendeta, dan Penyedia Katering

Dalam proses penyelidikan, polisi telah meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait. Ketua panitia kegiatan gereja, pendeta, serta pihak penyedia makanan telah dipanggil untuk dimintai klarifikasi guna mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh.

“Kami lakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari gembala gereja, ketua panitia, serta penyedia makanan,” ungkap Iptu Agus.

Kapolsek Malalayang, AKP Jusman Mori, menambahkan bahwa Unit Inafis Polresta Manado juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan bukti pendukung dan memastikan sumber keracunan secara ilmiah.

Sampel Makanan Diperiksa Lab, Warga Diminta Tenang

Polisi telah mengamankan dua jenis sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Sampel tersebut kini tengah diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan dan kemungkinan adanya zat berbahaya atau bakteri penyebab keracunan.

“Unit Inafis telah mengamankan sampel makanan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut dan dilakukan pemeriksaan laboratorium,” kata AKP Jusman Mori.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya jemaat dan keluarga korban, untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan. Polisi menegaskan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 94 jemaat GMS Manado harus menjalani perawatan dan observasi di sejumlah rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan. Hingga kini, kondisi para korban dilaporkan berangsur membaik, sementara penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Manado.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari detik.com
  2. Gambar Kedua dari manado.tribunnews.com
Ikon yang Konsisten Membuat Fitur Permainan Lebih Mudah Ditemukan dan DiingatMahjong Ways Menjaga Nuansa Tradisional Asia dalam Mekanisme Permainan Digital ModernCascade Berlapis Mahjong Ways 2 Membentuk Ritme yang Berubah di Setiap RangkaianMahjong Wins 3 Mempertahankan Identitas Asia lewat Susunan Ubin Tradisional yang KhasStruktur Grid Menentukan Cara Pengguna Membaca Hubungan dan Kombinasi Antar-SimbolAnalitik Real-Time Membantu Platform Game Mengenali Lonjakan Trafik sebelum Layanan MelambatData Pipeline Menentukan Seberapa Efisien Platform Memproses Aktivitas dalam Skala BesarObservability Membantu Tim Teknologi Menemukan Gangguan sebelum Pengguna Merasakan DampaknyaData Melimpah Belum Tentu Berguna jika Kualitas Informasinya Tidak TerjagaPemrosesan Data Cepat Menjaga Respons Platform Tetap Stabil saat Aktivitas MelonjakAlasan Rangkaian Hasil Serupa Wajar Muncul dalam Sistem yang Bekerja AcakCara Menjaga Metode Pencatatan Tetap Sama agar Datanya Bisa DibandingkanInformasi Apa yang Wajib Dicantumkan Penyedia pada Halaman Aturan PermainanMotif Ubin, Ornamen, dan Warna Tradisional yang Menjadi Rujukan Visual Mahjong WaysAturan Berapa Kali Simbol Mahjong Ways 2 Dapat Gugur dalam Satu PutaranDaftar Perubahan Tampilan Mahjong Wins 3 Menurut Catatan Pembaruan ResminyaCara Membaca Susunan Baris dan Kolom Sebuah Slot Bergrid dari Halaman AturanContoh Satu Rangkaian Gugur Diuraikan Tahap demi Tahap dari Aturan PermainanPengaruh Kehadiran Pemain Lain terhadap Keputusan Seseorang di Ruang InteraktifPeran Nada Naik dan Jeda Suara dalam Membentuk Dugaan Sebelum Hasil Tampil