Manado, 23 Juni 2025 Unsrat Manado memulai babak baru dengan secara resmi dilantik Ketua dan Wakil Ketua BEM periode 2025-2026.

Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., secara langsung melantik Graciano Solideo Putra Saul dan Yohanes Axel Lasut di Ruang Rektorat. Peristiwa ini menandai “Gelora Baru Mahasiswa Unsrat Manado”. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Manado.
Momentum Penting Pelantikan BEM Unsrat 2025-2026
Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua BEM Unsrat periode 2025-2026 diselenggarakan pada Senin, 23 Juni 2025, di Ruang Rektorat Unsrat Manado. Acara penting ini dipimpin langsung oleh Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng. Pelantikan ini merupakan puncak dari proses pemilihan yang telah dilaksanakan sebelumnya, menyusul Sidang Pleno Penetapan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM).
KPUM telah menetapkan Graciano Solideo Putra Saul sebagai Ketua BEM terpilih dan Yohanes Axel Lasut sebagai Wakil Ketua BEM. Kehadiran rektor dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh universitas terhadap kepemimpinan mahasiswa dan peran strategis BEM dalam ekosistem kampus.
Pesan Rektor Membangun Kesadaran Kolektif dan Solidaritas
Dalam sambutannya, Rektor Oktovian B.A. Sompie menyampaikan pesan-pesan penting kepada kepengurusan BEM yang baru. Beliau menekankan bahwa kepemimpinan BEM harus menjadi teladan dan motor penggerak bagi perubahan positif di kampus.
Salah satu poin krusial yang disoroti rektor adalah pentingnya membangun kesadaran kolektif di kalangan mahasiswa. Rektor Sompie secara spesifik mengajak Ketua dan Wakil Ketua BEM untuk mengembalikan semangat mahasiswa Unsrat, khususnya dalam memperkuat ikatan antar fakultas dan meningkatkan solidaritas di antara seluruh mahasiswa.
Dorongan ini mengindikasikan keinginan kuat dari pihak universitas untuk melihat mahasiswa bersatu padu, mengatasi sekat-sekat jurusan atau fakultas demi kepentingan bersama. Solidaritas mahasiswa merupakan fondasi penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang harmonis dan produktif.
Baca Juga: Disnakertrans Sulut Bikin Job Fair, 60 Perusahaan Siap Tampung Pelamar
Menggelorakan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dengan Aksi Nyata

Lebih lanjut, Rektor Unsrat mengajak BEM untuk mengimplementasikan semangat “Si Tou Timou Tumou Tou” (ST4). Filosofi lokal Minahasa ini berarti “Manusia Hidup untuk Menghidupi Manusia Lain”. Pesan ini sangat relevan dengan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan diri, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Rektor menegaskan bahwa semangat ST4 ini harus menjadi landasan bagi BEM dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian kepada Masyarakat.
Rektor menekankan bahwa Tri Dharma ini tidak boleh hanya berhenti pada tataran konsep atau teori semata, melainkan harus diwujudkan dalam aksi-aksi nyata. Ini bisa berarti inisiatif-inisiatif sosial, program pemberdayaan masyarakat, kegiatan penelitian yang relevan, atau inovasi dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, BEM diharapkan dapat menjadi fasilitator bagi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam mewujudkan misi universitas secara holistik.
Refleksi Semangat Persatuan Unsrat
Semangat persatuan bukanlah hal baru di Unsrat. Jauh sebelum pelantikan BEM ini, semangat kebersamaan telah digaungkan dalam berbagai kesempatan. Misalnya, pada 9 Oktober 2023, Unsrat menyambut mahasiswa baru dalam Sidang Senat Terbuka dengan tema “Menguatkan Semangat dan Persatuan di Pasca Pandemi Covid-19”.
Acara tersebut menunjukkan komitmen universitas untuk membangun kembali ikatan komunitas setelah masa-masa sulit pandemi. Bahkan, pada 6 April 2018, Rektor Unsrat saat itu, Prof. DR. Ir. Ellen Joan Kumaat, MSc DEA, dalam sambutan Paskah telah menyerukan pesan perdamaian dan persatuan bagi segenap civitas akademika Unsrat.
Ini menunjukkan bahwa semangat persatuan adalah nilai yang telah lama tertanam dan terus diupayakan di Unsrat. Pelantikan BEM terbaru ini menjadi kelanjutan dari tradisi penguatan persatuan di kampus.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Dengan dilantiknya BEM Unsrat periode 2025-2026, harapan besar disematkan untuk membawa perubahan positif dan menggerakkan mahasiswa Unsrat ke arah yang lebih baik. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dan pihak rektorat, serta menjadi wadah aspirasi dan inisiatif mahasiswa.
Tantangan yang dihadapi tentu tidak sedikit, mulai dari konsolidasi internal, adaptasi dengan dinamika kampus, hingga respons terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Namun, dengan dukungan penuh dari rektorat dan semangat persatuan yang terus dikobarkan, BEM Unsrat diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan mahasiswa dan universitas.
Kesimpulan
BEM Unsrat Resmi Dilantik periode 2025-2026 pada 23 Juni 2025, menjadi simbol dari “Gelora Baru Mahasiswa Unsrat Manado” yang mengedepankan semangat persatuan. Dengan arahan langsung dari Rektor Oktovian B.A. Sompie untuk membangun kesadaran kolektif, mempererat solidaritas antar fakultas, dan mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui aksi nyata berlandaskan filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou”.
Kepengurusan BEM yang baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan positif dan menumbuhkan kebersamaan di seluruh civitas akademika Unsrat. Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Manado.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari sudara.id
- Gambar Kedua dari www.meimonews.com