Insiden penikaman yang terjadi di Manado, di mana seorang remaja berinisial FD menikam temannya sendiri akibat perselisihan sepele terkait layangan putus.

Seorang remaja berinisial FD (15), yang masih berstatus pelajar, menikam temannya, DGPS (15), akibat perselisihan sepele mengenai layangan putus. Peristiwa ini mengingatkan kita akan pentingnya menyelesaikan konflik dengan cara yang bijak dan menghindari kekerasan.
Dibawah ini anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Manado.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 1 Agustus 2025, sekitar pukul 17.50 WITA, di Lingkungan 4, Kelurahan Bailang, Kecamatan Bunaken. Awalnya, korban berinisial DGPS (15) dan pelaku berinisial FD (15) terlibat cekcok sengit terkait layang-layang putus yang ditemukan oleh pelaku.
Cekcok ini diduga karena pelaku tidak terima diejek. Setelah adu mulut, pelaku FD pulang ke rumahnya dan kembali ke lokasi kejadian dengan membawa sebilah pisau jenis badik. Tanpa basa-basi, pelaku langsung menikam korban DGPS di bagian punggung belakang.
Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Korban penikaman, DGPS (15), segera dilarikan ke Rumah Sakit Pancaran Kasih setelah insiden terjadi.
Tim medis langsung melakukan pertolongan pertama dan menstabilkan kondisinya. Mengingat luka tusukan di punggung belakang cukup dalam dan berisiko mengenai organ vital.
Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif untuk memastikan pemulihan secara optimal dan menghindari komplikasi lebih lanjut.
Selain perawatan medis, pihak rumah sakit juga bekerja sama dengan keluarga korban untuk memberikan dukungan. Mengingat insiden ini terjadi di lingkungan sekitar teman sebaya.
Upaya ini penting untuk membantu korban menghadapi trauma dan stres akibat kekerasan. Sekaligus memastikan bahwa proses pemulihan fisik dan mental berjalan beriringan.
Baca Juga: Pengemudi Ojol di Manado Jadi Korban Penikaman Tombak
Pentingnya Penyelesaian Konflik Secara Bijak

Kapolsek Bunaken, IPDA Abel Gabrienzaghy, mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, untuk menyelesaikan setiap permasalahan secara bijak dan tidak main hakim sendiri.
Insiden ini menunjukkan bagaimana perselisihan sepele dapat berubah menjadi aksi kekerasan yang serius. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengedepankan komunikasi dan penyelesaian damai dalam menghadapi konflik.
Respon Warga dan Tindakan Polisi
Setelah insiden penikaman terjadi, warga sekitar sempat panik dan emosi melihat korban terluka parah. Mereka segera berusaha menolong dengan memindahkan korban ke lokasi aman sambil menunggu bantuan medis. Kepedulian warga ini menjadi kunci awal dalam memastikan korban mendapatkan pertolongan cepat sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Polisi dari Polsek Bunaken segera tiba di lokasi kejadian untuk mengendalikan situasi dan mencegah terjadinya amukan massa. Petugas langsung mengamankan pelaku, FD (15), dan membawanya ke SPKT Polresta Manado untuk proses hukum lebih lanjut.
Kehadiran aparat memastikan situasi kembali terkendali dan memberikan perlindungan bagi korban serta warga sekitar, sekaligus menegakkan aturan hukum terkait tindak kekerasan yang dilakukan.
Kesimpulan
Peristiwa penikaman yang terjadi di Manado ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Hal sepele seperti berebut layangan putus dapat berujung pada tindakan kekerasan yang merugikan banyak pihak.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai dengan menyelesaikan setiap permasalahan secara bijak dan menghindari kekerasan.
Untuk informasi terkini dan lengkap mengenai berbagai kejadian penting di Manado, termasuk insiden keamanan dan bencana alam, kalian bisa kunjungi Info Kejadian Manado sekarang juga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari manado.tribunnews.com
Insiden Penikaman