Sopir truk di Manado menghadapi tuduhan tak terduga gara-gara antrean panjang untuk mendapatkan solar subsidi yang sulit didapatkan.

Kondisi ini menyebabkan kesalahpahaman di rumah tangga mereka hingga terancam keretakan. Berikut berita lengkapnya dengan penjelasan dari pelaku dan latar belakang permasalahan antrean solar.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya seputaran Info Kejadian Manado.
Antrean Solar Subsidi yang Membelit Sopir Truk
Para sopir truk di Manado saat ini mengalami kesulitan besar untuk mendapatkan solar subsidi yang sangat dibutuhkan untuk operasional mereka. Antrean panjang di SPBU terpaksa mereka jalani, bahkan ada yang harus antre berjam-jam sampai melewati malam hari. Situasi ini membuat produktivitas mereka menurun drastis karena waktu kerja terbuang sia-sia dalam antrean.
Kesulitan mendapatkan solar ini tak hanya menyebabkan kerugian materi bagi sopir, tetapi juga memicu ketegangan psikologis. Mereka harus rela meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk sekadar mengantri bahan bakar. Kondisi ini sangat mempengaruhi kehidupan keluarga mereka dan menimbulkan kecurigaan dari pasangan di rumah.
Koordinator aksi sopir dump truck, William Luntungan, menyatakan bahwa solar subsidi semakin sulit didapat. Para sopir yang sebagian besar bergaji harian, kehilangan penghasilan selama menunggu antrean panjang. Demonstrasi pun dilakukan untuk menuntut agar pemerintah dan pihak terkait segera menangani kelangkaan ini dengan serius.
Tuduhan Selingkuh Gara-Gara Solar
Salah satu pengakuan yang mengemuka dari seorang sopir truk yang ikut demonstrasi adalah tuduhan dari istri mereka yang mengira suaminya selingkuh karena sering tidak pulang. Antrean solar yang panjang sehingga membuat mereka harus menginap di luar rumah membuat pasangan di rumah curiga.
Sopir tersebut menjelaskan bahwa tuduhan itu salah kaprah karena mereka sebenarnya hanya berjuang mendapatkan solar untuk menghidupi keluarga. Beberapa sopir bahkan menceritakan bahwa rumah tangganya mulai terancam akibat salah paham ini. Mereka berharap masyarakat dan pihak keluarga mengerti kondisi sulit akibat antrean BBM subsidi ini.
Keluhan serupa juga diungkapkan oleh banyak sopir lain yang mengalami hal sama. Kecurigaan dan tuduhan tanpa dasar ini menjadi beban psikologis tambahan selain beban ekonomi yang dialami akibat kelangkaan solar.
Baca Juga: Remaja di Manado Tikam Teman Sendiri Gara-Gara Cekcok Masalah Layangan
Permasalahan Sistem dan Dugaan Mafia Solar

Para sopir truk juga menduga ada permainan terorganisir di balik sulitnya mendapatkan solar subsidi. Mereka mencurigai adanya mafia solar yang bermain dengan sistem barcode pembelian solar di SPBU, yang berujung pada pemblokiran barcode resmi mereka.
William Luntungan membeberkan indikasi modus yang dilakukan oleh oknum petugas SPBU dan pihak tertentu yang memanfaatkan solar subsidi untuk keuntungan pribadi. Praktik ini menyebabkan sopir-sopir jujur kesulitan memperoleh solar yang seharusnya menjadi hak mereka. Mereka berharap aparat penegak hukum turun tangan untuk menertibkan dan memberikan solusi konkrit agar tidak ada lagi praktik kecurangan yang menyusahkan rakyat kecil.
Tuntutan dan Solusi Dari Sopir Truk
Dalam aksi mereka, aliansi sopir dump truck di Sulawesi Utara meminta pemerintah daerah dan Pertamina untuk segera mengatasi kelangkaan solar subsidi ini. Mereka menuntut agar antrean panjang yang melelahkan dapat dihilangkan dan distribusi solar dapat kembali berjalan lancar.
Para sopir juga meminta agar ada pengawasan ketat terhadap oknum yang bermain dalam distribusi solar subsidi. Beberapa kali mereka sudah mengadukan masalah ini kepada DPRD Sulawesi Utara, namun belum ada solusi permanen yang mereka rasakan. Demonstrasi besar-besaran masih akan terus dilakukan jika tidak ada perubahan signifikan dalam distribusi solar subsidi.
Kesimpulan
Tuduhan selingkuh yang dialami para sopir truk di Manado bukanlah masalah pribadi, melainkan refleksi dari krisis kelangkaan solar subsidi yang mereka hadapi. Antrean panjang dan sistem yang diduga tidak transparan memicu kesalahpahaman hingga menimbulkan masalah rumah tangga.
Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memberi perhatian serius, bukan hanya untuk memastikan pasokan BBM subsidi lancar, tetapi juga untuk memperbaiki kehidupan sosial dan ekonomi sopir yang menjadi tulang punggung transportasi lokal. Keadilan dan solusi konkret adalah kunci menghindarkan beban berlipat yang kini menghimpit sopir truk di Manado.
Simak dan ikuti berita terupdate lainnya tentang Manado dan sekitarnya secara lengkap tentunya terpecaya hanya di Info Kejadian Manado.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari tribunnews.com
- Gambar Kedua dari tribunnews.com