Suasana meriah terlihat saat Pangdam XIII/Merdeka melepas pawai takbiran 1447 H yang diikuti ribuan masyarakat dengan penuh antusias.
Malam menjelang Idul Fitri 1447 H di Sulawesi Utara terasa semarak dengan pelepasan pawai takbiran oleh Pangdam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Benedictus Cristo Djatmiko. Acara digelar di Kota Manado, dihadiri Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat yang ikut takbir keliling. Pawai ini menjadi momentum syiar Islam sekaligus ajang kebersamaan di tengah perayaan Lebaran.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Manado.
Upacara Pelepasan Dengan Nuansa Khidmat
Pangdam XIII/Merdeka melepas pawai takbiran dengan prosesi sederhana namun penuh khidmat, dipandu protokol dan pengarahan keselamatan dari aparat keamanan. Dalam sambutannya, Pangdam menekankan arti penting takbir sebagai ungkapan rasa syukur setelah selesai menjalani ibadah puasa Ramadan.
Ia juga mengajak semua elemen masyarakat, khususnya pengemudi, peserta, dan pengikut pawai, untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama perjalanan. Penekanan ini menunjukkan bahwa pawai takbir tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga harus berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang membahayakan.
Selain Pangdam, pelepasan juga dihadiri oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, dan tokoh agama, sehingga acara menjadi simbol sinergi antar lembaga dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Kehadiran para tokoh ini menambah nuansa kebangsaan dan kebersamaan di tengah nuansa religius malam takbiran.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Perjalanan Pawai Takbir Keliling Kota
Setelah diberi aba-aba, ratusan kendaraan hias dan peserta berjalan kaki mulai bergerak di ruas jalan utama Kota Manado. Warga berjejer di trotoar, balkon, dan teras rumah. Menyambut iring-iringan takbir dengan tepuk tangan, lambaian, dan senyum, sambil menimpali kalimat Takbir, Tahmid, dan Tahlil.
Suasana malam takbiran berubah menjadi gelaran musik Islami rakyat, dengan bedug, rebana, loudspeaker, dan marching band mengisi tiap jeda perjalanan. Peserta pawai tampak bersemangat, memakai pakaian lebaran dengan kain dan hijab warna‑warni, serta membawa bendera, umbul‑umbul, dan banner ucapan selamat Idul Fitri.
Bagi masyarakat, pawai ini menjadi cara unik merasakan Lebaran sekaligus mempererat tali persaudaraan lintas agama dan latar belakang. Namun, mereka juga diminta tetap bijak, misalnya dengan tidak menghalangi jalan, tidak membawa atau menyalakan petasan yang membahayakan, dan menjaga kebersihan lingkungan.
Baca Juga: Fantastis! Harga Rica di Manado Tembus Rp130 Ribu, Warga Tetap Borong!
Ajakan Menjaga Kondusivitas Dan Toleransi
Pangdam XIII/Merdeka dalam sambutannya menegaskan bahwa Idul Fitri adalah momentum mempererat silaturahmi, bukan menimbulkan perpecahan. Ia mengingatkan agar masyarakat merayakan takbiran dengan penuh kekhidmatan, tanpa euforia berlebihan yang bisa mengganggu ketertiban umum.
Kepala kepolisian dan aparat keamanan juga menyatakan kesiapan penuh mengamankan malam takbiran, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pengawasan titik rawan konvoi. Sejumlah posko terdaftar untuk menangani kemungkinan pelanggaran keselamatan, termasuk penggunaan kendaraan secara tidak aman atau pelanggaran kesopanan umum.
Tokoh agama yang hadir menekankan pentingnya menjaga toleransi, agar Idul Fitri tidak hanya dirasakan umat Muslim, tetapi juga dihargai umat lain. Mereka mengajak semua pihak merayakan dengan kegembiraan yang terkendali tanpa mengganggu ketentraman masyarakat sekitar.
Harapan Dan Makna Perayaan Idul Fitri
Pelepasan pawai takbiran oleh Pangdam XIII/Merdeka diharapkan menjadi simbol bahwa perayaan Idul Fitri berjalan semarak sekaligus aman dan tertib. Kegiatan ini menjadi medium menyatukan TNI, polisi, pemda, masyarakat sipil, dan tokoh agama. Dalam satu misi bersama menjaga kekondusifan, kebersamaan, dan makna spiritual Lebaran.
Bagi generasi muda, pawai takbir keliling memberikan ruang untuk mengekspresikan kegembiraan religius tanpa hilang dari bingkai keamanan dan kepatuhan hukum. Mereka dapat menikmati acara hiburan, bakat, dan kreativitas. Sekaligus memahami bahwa setiap kebebasan punya batas yang harus dijaga demi kesejahteraan bersama.
Dengan semangat toleransi, kebersamaan, dan kesadaran hukum, perayaan Idul Fitri 1447 H di Sulawesi Utara diharapkan menjadi kenangan indah yang berulang tahun demi tahun. Momentum ini diisi bukan hanya dengan gema takbir yang lantang. Tetapi juga dengan tekad bersama untuk mewujudkan masyarakat yang damai, rukun, dan saling menghormati satu sama lain.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Manado kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Manado.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari manadonews.co.id
- Gambar Kedua dari instagram.com