Lapas Perempuan Manado menerapkan program kesehatan mental dan pembinaan humanis, membuat napi semakin sejahtera.
Lapas Perempuan Kelas IIB Manado menunjukkan komitmen dalam peningkatan layanan kesehatan, khususnya kesehatan mental. Melalui partisipasi dalam standar Pelayanan Kesehatan Jiwa dan Pelatihan BJMHS secara virtual, Lapas Manado berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang holistik dan humanis bagi warga binaannya.
Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Manado.
Peningkatan Layanan Kesehatan Jiwa
Lapas Perempuan Kelas IIB Manado aktif mengikuti pelatihan BJMHS secara virtual pada Selasa, 3 Februari. Kegiatan ini menjadi langkah maju dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan, dengan fokus pada kesehatan mental, untuk memastikan warga binaan mendapat dukungan psikologis memadai selama masa pembinaan.
Pelatihan ini adalah bagian integral dari strategi Lapas untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Kesehatan mental seringkali terabaikan dalam sistem pemasyarakatan, namun Lapas Manado bertekad untuk menjadikannya prioritas. Dengan demikian, diharapkan kualitas hidup warga binaan dapat ditingkatkan secara signifikan.
Partisipasi dalam pelatihan ini menunjukkan keseriusan Lapas dalam merespons kebutuhan kesehatan mental warga binaan. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tidak hanya fokus pada hukuman, tetapi juga pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial yang efektif.
Komitmen Pimpinan Dan Petugas Perawatan
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Lapas, Enggelina Hukubun, bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik), Joune Supit. Kehadiran pimpinan menunjukkan dukungan penuh terhadap program kesehatan mental dan mencerminkan pentingnya peran pemimpin dalam mendorong perubahan positif.
Selain itu, Staf Perawatan, Ferlin Rengkung, juga turut serta dalam pelatihan. Keikutsertaan petugas perawatan ini sangat krusial, karena merekalah yang berinteraksi langsung dengan warga binaan sehari-hari. Pelatihan ini membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk memberikan dukungan awal yang efektif.
Komitmen dari jajaran pimpinan dan petugas perawatan ini menjadi tulang punggung keberhasilan program. Dengan sumber daya manusia yang terlatih dan termotivasi, Lapas Perempuan Kelas IIB Manado semakin siap untuk memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang profesional dan empatik kepada warga binaan.
Baca Juga: Cap Go Meh Manado Pecah! Tangsin Tampil Berani, Penonton Langsung Riuh
Tujuan Dan Harapan Pelatihan BJMHS
Pelatihan BJMHS dirancang untuk membekali petugas dengan pemahaman mendalam tentang standar pelayanan kesehatan mental. Ini termasuk kemampuan untuk mengenali gejala gangguan jiwa secara dini, yang merupakan langkah awal krusial dalam intervensi. Deteksi dini memungkinkan penanganan yang lebih cepat dan efektif.
Pelatihan ini mengajarkan teknik pemberian dukungan awal kepada warga binaan yang membutuhkan pendampingan psikologis, termasuk komunikasi efektif, membangun kepercayaan, dan menciptakan lingkungan suportif. Tujuannya agar petugas menjadi garda terdepan membantu warga mengatasi tantangan mental.
Dengan adanya pelatihan ini, Lapas Manado berharap petugasnya mampu memberikan layanan yang lebih profesional, humanis, dan sesuai dengan standar yang berlaku. Harapan ini selaras dengan upaya menciptakan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pemulihan dan kesejahteraan individu, bukan sekadar penahanan.
Kesehatan Jiwa Sebagai Kunci Pembinaan
Kepala Lapas, Enggelina Hukubun, menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan yang optimal hanya dapat tercapai apabila warga binaan berada dalam kondisi mental yang sehat dan stabil. Kesehatan mental yang baik adalah fondasi bagi perubahan perilaku positif.
Kesehatan jiwa yang stabil memungkinkan warga binaan untuk lebih fokus pada program rehabilitasi dan pengembangan diri. Ini juga membantu mereka untuk membangun kembali hubungan sosial dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat. Tanpa kesehatan mental yang baik, upaya pembinaan lainnya mungkin akan kurang efektif.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Lapas Perempuan Kelas IIB Manado terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang mendukung kesehatan fisik dan mental warga binaan secara menyeluruh. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih baik bagi individu dan masyarakat.
Dapatkan update terkini, berita terpercaya, dan informasi pilihan tentang Manado kami hadirkan setiap hari spesial untuk Anda, hanya di sini Info Kejadian Manado.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari kompasiana.com
- Gambar Kedua dari kompasiana.com