Posted in

Gempa Hebat Mengguncang Sulut Dini Hari Ini! BMKG Ungkap Lokasi Dan Bahaya Susulan

Gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu dini hari, 8 Februari 2026, analisis gempa susulan dan keselamatan warga.

Gempa Hebat Mengguncang Sulut Dini Hari Ini BMKG Ungkap

Pada Minggu dini hari, 8 Februari 2026, wilayah Sulawesi Utara (Sulut) merasakan getaran akibat aktivitas seismik. Warga sebagian besar merasa keresahan saat gempa terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekam gempa dalam jaringan pemantauan seismik nasional.

Temukan berbagai informasi menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan Anda, hanya di Info Kejadian Manado.

Kronologi dan Detail Gempa Minggu Dini Hari

Pada Minggu dini hari, tanggal 8 Februari 2026, BMKG mencatat beberapa aktivitas gempa bumi di wilayah Indonesia, termasuk di kawasan sekitar Sulawesi Utara & Kepulauan Talaud. Data seismik real-time memperlihatkan beberapa kejadian gempa yang terekam antara tengah malam hingga pagi hari, termasuk getaran kecil di sekitar wilayah Sulut dan Kepulauan Talaud. Dalam daftar real-time tercatat gempa berkekuatan hingga sekitar magnitude 3,6 di area sekitar Talaud Islands beberapa waktu setelah tengah malam.

Meski sebagian besar gempa tercatat di bawah magnitudo yang menyebabkan kerusakan hebat, kejadian ini menunjukkan kondisi tektonik wilayah yang tetap aktif. BMKG secara rutin memperbarui data real-time yang dapat diakses publik sebagai bentuk transparansi informasi dan kewaspadaan dini.

Wilayah Sulut memang sering mengalami aktivitas gempa karena letaknya yang berada di kawasan pertemuan beberapa lempeng tektonik yang aktif, termasuk interaksi lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Laut Filipina. Kondisi geologi ini membuat wilayah ini rawan mengalami gempa bumi, meskipun tidak semua gempa berpotensi tsunami atau menyebabkan kerusakan signifikan.

Kekuatan, Lokasi, dan Tren Aktivitas Seismik

BMKG mencatat bahwa gempa bumi yang terekam pada tanggal 8 Februari 2026 dini hari sebagian besar memiliki magnitudo di bawah level yang umum menimbulkan kerusakan parah, namun tetap menunjukkan bahwa aktivitas seismik di kawasan ini terbilang tinggi dan dinamis. Data menunjukkan beberapa titik gempa di Laut Sulawesi bagian utara dan sekitar Kepulauan Talaud, dengan magnitudo berkisar antara 2,0 hingga 3,6 pada dini hari tersebut.

BMKG juga mengingatkan warga bahwa data awal gempa bumi kadang dapat berubah ketika telah direvisi oleh analis seismologi, terutama selama periode beberapa jam setelah gempa terjadi. Oleh karena itu, warga diharapkan mengikuti informasi resmi BMKG secara berkala.

Kawasan Sulut juga menunjukkan tren gempa yang serupa dalam beberapa minggu terakhir, dengan kejadian magnitudo menengah dan rendah yang sering terekam. Aktivitas semacam ini umum terjadi di wilayah yang berada pada batas lempeng tektonik.

Baca Juga: Kepemimpinan Bersatu Menyelamatkan Surga Kecil di Minahasa Utara

Penyebab Gempa Dan Kondisi Geologi

Penyebab Gempa Dan Kondisi Geologi

Wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya terletak dalam zona geotektonik yang kompleks, akibat pergerakan beberapa lempeng besar di bawah permukaan Bumi. Interaksi antara Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Laut Filipina menimbulkan tegangan di kerak bumi yang dilepaskan secara berkala melalui gempa bumi. Hal ini menjadikan Sulut sebagai daerah yang rawan aktivitas seismik.

Beberapa bulan terakhir, Sulut mengalami gempa lebih besar, termasuk gempa signifikan di Kepulauan Talaud pada awal Januari 2026. Gempa tektonik biasanya muncul akibat subduksi atau geseran lempeng di bawah laut, sehingga gelombang seismik terasa hingga daratan.

Gempa kecil yang sering terjadi menunjukkan bahwa tegangan tektonik masih aktif dan dapat memicu gempa lebih besar di masa depan. BMKG terus memantau wilayah ini dan memberikan informasi ilmiah kepada publik.

Dampak Yang Dirasakan Warga

Meski gempa dini hari tidak menimbulkan kerusakan besar atau tsunami, beberapa warga pesisir Sulut dan Kepulauan Talaud melaporkan merasakan getaran ringan hingga sedang. Getaran berlangsung beberapa detik hingga puluhan detik.

Warga yang tinggal di bangunan tinggi atau pesisir lebih sensitif terhadap gempa kecil, meski magnitudo di bawah 4,0. Hingga saat ini, aparat belum menerima laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

Masyarakat mengikuti informasi resmi BMKG dan instansi lokal terkait gempa. Banyak warga mematuhi imbauan kesiapsiagaan dan mengambil tindakan aman saat gempa, seperti mencari tempat terbuka dan berlindung di bawah meja yang kuat. Upaya edukasi mitigasi bencana terus digalakkan oleh pihak berwenang.

Saran Keselamatan Dan Kesiapsiagaan BMKG

BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi gempa. Warga perlu mengetahui lokasi evakuasi, mengenal bangunan aman, dan mengikuti arahan keselamatan saat gempa. Cara aman termasuk berlindung di bawah meja kuat atau berdiri di ruang terbuka jauh dari bangunan tinggi.

Meski gempa dini hari ini tidak memicu peringatan tsunami, BMKG mengingatkan potensi gempa susulan selalu ada setelah gempa utama. Gempa susulan dapat terjadi beberapa jam hingga hari berikutnya, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Warga disarankan mengunduh aplikasi resmi BMKG atau mengikuti kanal resmi BMKG di media sosial agar menerima pembaruan data gempa dan peringatan dini secara cepat dan akurat.

Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di Info Kejadian Manado.


Sumber Informasi Gambar:

  1. Gambar Pertama dari Tribun Manado
  2. Gambar Kedua dari Tribun Manado